SEJARAH CETAK SABLON

Cetak sablon atau cetak saring telah lama di kenal dan di gunakan oleh bangsa jepang sejak tahun 1664, abad ke 1 7, ketika itu Yujensai Miyasaki dan Zisukeo mengembangkannya dengan menyablon kain kimono beraneka motif. Penyablonan kimono itu dilatarbelangi oleh kaisar yang melarang menggunakan kimono bertuliisan tangan. Pesalnya, Kaisar sangat prihatin karena tingginya harga kimono

Tagged under: ,

Perbedaan 1: Proses Pembuatan Proses pembuatan print kaos biasanya menggunakan printer DTG. Sebuah printer dengan teknologi head printer tipe piezo dan menggunakan tinta khusus sablon tekstil. Prosesnya akan lebih cepat karena bisa langsung di-print ke kaos. Sementara teknik kaos sablon menggunakan alat bantu seperti screen atau film sablon. Prosesnya akan lebih lama dan membutuhkan keahlian

DIRECT TO GARMENT (DTG)

APA ITU DTG? DTG singkatan dari Direct To Garment. Sesuai namanya printer DTG adalah mesin cetak dengan metode tinta langsung ke kain (garmen) melalui proses pre-treatment dan diakhiri proses heatpress, hasil print akan tercetak bagus. Hasil print tidak akan luntur karena memakai tinta khusus garmen. APA PERBEDAAN DTG DENGAN DIGITAL SABLON BIASA? Jelas berbeda, terutama

Di artikel ini kita akan membahas lebih dalam mengenai apa itu apa perbedaan cutting sticker dengan print and cut . Seperti yang kita lihat pada gambar di atas ada 2 jenis sticker yang dapat terlihat dengan jelas yang kelihatannya sama namun sebenarnya proses pengerjaannya agak berbeda satu dengan yang lainnya. Kita akan membahas lebih detil kedua

Tagged under: ,

Kelebihan dan Kekurangan Sablon Poliflex

Sebelum membahas kelebihan dan kekurangan sablon Polyflex, mari kita sedikit berkenalan dengan sablon Polyflex. Yang dimaksud sablon Polyflex adalah sablon digital dengan menggunakan bahan sejenis dengan Vinyl atau Sticker yang dipress ke berbagai media, salah satunya kaos. Polyflex bersifat elastis sehingga lebih tahan terhadap tarikan pada pakaian, bukan berarti secara penuh mampu tahan pada tarikan, tapi

TOP